Thursday, 15 September 2016

Akhirnya Sampai di ER

Berhari-hari merasakan sakit di daerah pinggul, perut bawah, sampai ke punggung bagian bawah yang sangat mengganggu aktivitas bahkan hanya mengubah posisi badan saja butuh effort yang sangat besar. Akhirnya sampai juga ke ER sebuah rumah sakit di Riyadh, Saudi Arabia. Setelah sebelumnya maju mundur karena mungkin saja ini normal pada ibu hamil. Tapi tak apalah paling tidak mengurangi rasa penasaran :D

"Arabi, Urdu, Hindi..?" Dokter menyambut saya yang sedang di CTG di ruang observasi. "Jago banget ni dokter bisa banyak bahasa" hanya dalam hati saya sih..hihi. Dengan meringis saya jawab "English". "Good" ia menimpali. Sepertinya dokter tersebut orang India atau Pakistan. Kemudian setelah diperiksa ternyata saya sudah pembukaan dua. Karena masih 37 minggu dokter bilang belum saatnya melahirkan. Jadi lebih baik kita tunggu saja sambil diberikan suntikan pematangan paru-paru bayi jaga-jaga jika ia harus lahir di minggu ini. Setelah suntik, kami segera pulang dan akan kembali lagi 12 jam kemudian untuk suntik dosis kedua.

Alhamdulillah terjawablah kenapa sulit sekali untuk berjalan atau menaiki tangga dan sejenisnya. Karena ternyata sudah pembukaan 2. Supaya bayi cukup umur untuk dilahirkan saya disarankan untuk jangan melakukan banyak aktivitas dan menunggu hingga bayi sudah siap untuk dilahirkan.

Tuesday, 28 April 2015

One Week One Experiment 1#MIXING COLOR

Program kami kali ini adalah One Week One Experiment, dimana akan dilakukan berbagai percobaan dari berbagai sumber buku dan atau melalui link-link tertentu. Kegiatan ini akan kami lakukan paling tidak satu minggu sekali, doakan istiqomah yaa^^ hihi.

Eksperimen kami yang pertama adalah mixing color atau mencampur warna untuk melihat perubahan warna.

Berikut bahan yang dibutuhkan :
- 2 buah toples kecil
- 1 stik es krim
- air
- pewarna makanan
- petroleum jelly
- 1 buah kartu

Bagaimana caranya?
Pertama, isi kedua toples dengan air hingga hampir penuh. Kedua, minta anak untuk mengolesi permukaan toples dengan petroleum jelly . Ketiga, berikan pewarna pada salah satu toples dan minta anak mengaduknya dengan stik es krim hingga tercampur rata. Keempat, tutup toples yang telah berisi warna dengan kartu dan letakkan diatas toples yang berisi air bening. Kelima, tarik kartu perlahan hingga air berwarna akan tercampur dengan air yang bening. Ajak anak untuk melihat proses perubahan warna pada toples yang berisi air bening lama kelamaan akan berubah menjadi berwarna, Begitupun dengan toples yang semula berwarna pekat lama kelamaan akan terjadi perubahan warna hingga tak pekat lagi.

sumber : Super Science Experiments, Chris Oxlade (Miles Kelly Publishing,2010)

Wednesday, 1 April 2015

Bersabarlah dalam Ketaatan

Bersabar dalam ketaatan, dulu aku berpikir what kind of statemant is it? bukankah orang-orang yang taat pasti bersabar? Lambat laun usia bertambah, urusan bertambah, dan semua membutuhkan porsi yang lebih besar untuk memenuhi pikiran, diri ini semakin menyadari bahwa taat harus diiringi dengan kesebaran. Ketika Allah memerintahkan sholat, mungkin saja kita menaatiNya untuk melaksanakan sholat, tapi apakah setiap shalat kita memenuhi haknya untuk tuma'ninah dan memaknai shalat kita? tentu tidak semua orang bisa melakukannya dengan istiqomah. Disinilah fungsi kesabaran untuk menjaga kualitas shalat kita. Hal ini merupakan hanya salah satu contoh, tentu masih banyak lagi contoh yang lainnya. 

Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka ibadahilah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)? [Maryam/19:65]

Dalam web almanhaj.or.id disebutkan bahwa, seorang yang mencari ridha Allâh Azza wa Jalla membutuhkan kesabaran melakukan ketatan-ketaatan di dalam tiga keadaan :
1. Keadaan sebelum ibadah, yaitu meluruskan niat, ikhlas, dan kesabaran dari noda-noda riya'.
2. Keadaan pada dzat (saat) ibadah, yaitu dia tidak lalai dari mengingat Allâh Azza wa Jalla pada saat beribadah, dan tidak bermalas-malasan dalam melakukan adab-adab dan sunah-sunahnya, kemudian dia menyertakan kesabaran sampai selesai dari amalan.
3. Keadaan setelah selesai dari amalan. Yaitu bersabar (menahan diri-red) dari menyebarkannya (amalan yang sudah dilakukannya-red) dan menampakkannya dengan tujuan riya' dan sum'ah dan (menahan diri-red) dari seluruh yang bisa membatalkan amal. Barangsiapa setelah bersadaqah tidak bersabar (tidak bisa menahan diri-red) dari menyebut-nyebut dan menyakiti (orang yang diberi) berarti dia telah membatalkan sadaqahnya". [Mukhtashar Minhâjul Qâshidîn, hlm: 345, karya Imam Ibnu Qudamah, ta'liq dan takhrij: Syaikh Ali bin Hasan al-Atsari]


Semoga Allah selalu menganugerahi kesabaran dalam setiap usaha yang kita lakukan menuju ketaatan kepada Nya. Taat itu berat, sabar itu sulit, namun sabar dalam ketaatan akan membuahkan surga, inshaAllah.

Friday, 27 March 2015

Kejar mimpi lain yang lebih indah

Aku tahu banyak orang beruntung yang dapat mengejar cita-cita mereka. Cita-cita yang dibangun dari masa-masa SMA, kuliah, baik dengan perencanaan kuat atau hanya sekadar di awang-awang. Hmm..tapi terkadang ada beberapa orang yang tidak bisa melanjutkan cita-cita karena terbentur realita kehidupan, karena doa yang kurang maksimal, karena usaha yang kurang optimal, atau memang takdir mengatakan demikian. Banyak cita-cita yang harus terkubur karena memang Allah menakdirkan hal lain. Tapi percayalah takdir Allah pastilah yang terbaik.

Aku tahu kini aku belum bisa melanjutkan studi. Aduhhh... it's all too far for me. Mupeng itu lihat teman diusia yang sama sedang berusaha meraih gelar Ph.D. T.T Mau dikejar-pun kejauhan kayanya ya, hihihi. But it's ok. Aku cuma mau bilang melalui tulisan eh curhatan ini, carilah cita-cita lain yang membuat kita bahagia dunia-akhirat. Buat lagi cita-cita baru, perbaharui terus cita dan semangat hidup ini. Curhatan ini cuma untuk mengingatkanku bahwa, there are a lot of.. masih banyak cita-cita lain yang bisa kita raih. Yang tentu saja bisa membuat kita makin dekat dengan Allah dan selalu berdoa agar bersama ahli surga ketika di akhirat nanti. Misalnya, menjadi penghafal qur'an atau menuntut ilmu syariah, atau menjadi woman preuneur seperti Siti Khadijah. So don't be sad, karena semua takdir Allah itu baik. 


Jangan karena kita tidak bisa seperti yang lain menjadikan kita kufur terhadap nikmat Allah yang begitu besar yang telah kita dapatkan sepanjang masa ini. Dan jangan lupa kita hanya boleh hasad kepada 2 orang, Pertama adalah orang yang memiliki harta dan membelanjakannya di jalan Allah, kedua adalah orang yang memiliki ilmu Al-quran dan mengamalkannya. Semoga ketika terpantik rasa "iri" terhadap sesama, hanya akan membuat semangat kita bertambah bukan malah terlena dan tidak bersyukur terhadap apa yang telah kita capai. Kesimpulannya adalah..
everybody has their goals, and everybody has their own destiny
Bertakwalah terus kepada Allah pencipta alam semesta. See you dear on everlasting happines, Jannah!

Thursday, 26 March 2015

Fanatheer Beach


Fanateer beach                                                                                                            

Bersiap-siap ke pantai
view pantai dari tempat parkir

membawa pulang pasir pantai

happy four^^

Ini oleh-oleh kami mengunjungi pinggiran pantai teluk persia. Selamat menikmati, semoga kita semua bisa mengunjungi juga belahan bumi Allah di bagian lain. Jarak ke Jubayl ini kurang lebih 4-6 jam dari kota Riyadh. Jubayl terletak di belahan timur Arab Saudi.
Sebagai referensi, kami menginap di Hotel Apartment Four Season 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang tamu, dan 1 dapur, include dengan breakfast. Parkir disana tidak tersedia banyak, namun cukup inshaAllah hanya saja beberapa kali harus menunggu mobil lain keluar untuk bergantian parkir. Malam harinya kami pergi ke corniche tak jauh dari apartemen. Tak puas dengan corniche kami memutuskan untuk ke pantai berpasir keesokan harinya, pilihan kami jatuh pada pantai fanatheer ini. Setelah itu kami kembali lagi ke Riyadh. Liburan yang singkat namun cukup menyenangkan.

beautiful beach




Tuesday, 10 March 2015

Refleksi 6 Tahun Pernikahan

Pada akhirnya banyak sekali yang telah kita lewati. Tak hanya senang, cinta, rindu, romantisme, tetapi semua rasa yang melengkapi semua itu. Banyak orang bilang, kita tidak akan merasakan manisnya pertemuan sampai kita menghadapi beratnya perpisahan. Begitu pun, cinta tak mungkin bertambah tanpa rasa cemburu, tak mungkin rindu jika selalu menghabiskan waktu bersama. Tak mungkin sangat senang ketika merasakan kebahagiaan bersama jika tak pernah dibuat sedih. Ini adalah jalan hidup, sunnatullah ada rasa gembira ada sedih, ada rasa cinta juga benci, ada rasa rindu dan sepi.

Tidak akan pernah tau sampai kapan kita bersama. Semua adalah rahasia Allah, agar menjadikan diri optimis untuk menyongsong masa depan bersama, bukan sebaliknya. Walau sedih pasti ujungnya, kita akan berpisah di dalam kubur. Karena alam kubur diciptakan hanya untuk seorang. Apakah setelah itu kita akan mendapatkan kabar gembira untuk berkumpul kembali di surga? Wallahua'lam, tugas kita hanya berusaha dengan segenap amalan yang kita buat di dunia ini.

Optimislah dengan cinta yang sedang dibangun, walau pahit pernah menyapa, bukan tidak mungkin ada kebahagiaan setelahnya. Bukankah pelangi muncul setelah turun hujan? Hidup ini hanya sebentar, semua akan menjadi kenangan. Berikanlah yang terbaik, lakukanlah usaha yang optimal, berusahalah, dan..

Berdoalah, berdoalah..

Wednesday, 10 September 2014

Dua puluh sembilan tahun

Rembulan membutuhkan malam agar kehadirannya berarti
Malam akan terasa hampa tanpa sinar rembulan
Mereka saling membutuhkan
Mereka ada untuk saling bersama
Saling menyejukkan
Saling memberikan arti
Saling melengkapi

Friday, 5 September 2014

Melepas IUD

Hari selasa pukul 16.00 tepatnya dr.Sawitri Spog membuka prakteknya di Hermina Jatinegara. Sepertinya jadwalnya tidak pernah berubah sejak 4 tahun lalu saya mengandung anak pertama, Selasa-Kamis-Sabtu. Kebetulan tahun ini kami (saya dan anak2) sedang berlibur ke Indonesia dan bertepatan dengan jadwal haid sy, kemudian sy berkonsultasi dengan suami tercinta soal pencabutan iud dr rahim sy. Singkat cerita kami memutuskan untuk mencabut sebelum suami sy datang ke Indonesia. Aduh, ke dokter kandungan sendiri itu rasanya ga enak deh! Udah kebayang aja deh di ruang tunggu banyak pasangan mengobrol, saling bertatapan, bercanda ria, daaan klo kita sendiri itu sakitnya itu disini *nunjuk dada* hihi. Dulu mengandung anak kedua, kami menjalani LDR dan ketika itu usia kandungan mencapai trimester terakhir. Sering ga sadar meneteskan air mata kalau sudah jadwal kontrol, hiks! Diruang tunggu melihat banyak pasangan dengan perut sang istri yg besar ditemani suaminya, di elus2 perutnya, sepertinya biar dr sawitri ngantri seramai apapun ga akan ada masalah buat mereka karena mereka berdua bisa saling bercanda, mengobrol, dan makan bareng. Sedangkan saya cuma sendiri, perut besar, dan naik angkot pula dari tempat sy bekerja. Ihiks.. berasa deh klo antri di ruang tunggu ga sadar sering ngelap air mata.

Monday, 14 July 2014

Menyiapkan Anak di Hari Pertama Sekolah

1. Beritahu anak bagaimana jadwal sekolah yang akan ia alami. Mulai dengan menjelaskan jam berapa ia akan masuk sekolah setiap hari, akan ada siapa saja disana, misalnya bu guru/pak guru, teman, dan lain sebagainya. Bagaimana ia harus bersika dengan guru dan teman. Serta hal-hal lain yang perlu menjadi gambaran anak di hari pertamanya sekolah

Contoh dialog : "besok kakak sekolah ya? waaah senang ya Maa syaa Allah. Besok kakak akan masuk pukul 7 pagi, jd sebelum pukul 7 kakak harus sudah bangun, bersiap-siap mandi, sarapan dan pergi ke sekolah. Nanti disana kakak akan bertemu dengan bu guru yang akan mengajarkan kita banyak hal, bertemu teman-teman yang baik, nanti bisa bermain bersama, senang yah?"

Jangan berpikir apakah anak akan mengerti apa yang kita ucapkan, JUST DO IT, believe me! anda tidak akan pernah tau kekuatan kata-kata sampai anda melakukan dan membutktikannya sendiri

Wednesday, 9 July 2014

Berdo'a Ketika Mendapatkan Musibah

Terkisah Ummu Salamah yang begitu sangat mencintai suaminya, seorang yang shalih bernama Abdullah bin Abdul Assad (Abu Salamah). Pernikahan mereka dikaruniai empat orang anak, yakni Salamah, Umar, Zainab, dan Durra. Ummu dan Abu Salamah sangat saling mencintai hingga mereka sangat ingin dipertemukan kembali dalam Jannah.

Hingga sampailah perkataan Ummu Salamah kepada suaminya ”Aku telah mendengar bahwa seorang wanita yang suaminya tiada dan suami itu termasuk ahli surga kemudian wanita tersebut tidak menikah lagi sepeninggal suaminya, maka akan Allah mengumpulkan mereka berdua di surga. Mari kita saling berjanji agar engkau tidak menikah lagi sepeninggalku dan akupun tidak akan menikah lagi sepeninggalmu.”  

Mendengar perkataan istrinya tersbut Abu Salamah kemudian berkata:” Apakah engkau mau taat kepadaku?” Kata Ummu Salamah “Ya.” Abu Salamah berkata lagi “Kalau aku kelak tiada menikahlah! Ya Allah berikan pada Ummu Salamah sepeninggalku nanti seseorang yang lebih baik dari padaku yg tidak akan membuat berduka dan tidak akan menyakitinya.”

Monday, 7 July 2014

Bolehkah hasad (iri)?

Bolehkah kita iri terhadap manusia? jawabnya boleh, eiits..tapi hanya pada dua hal, ingat HANYA DUA hal. Yaitu pada orang berharta lalu menginfakkannya dan pada orang berilmu lalu ia mengamalkan ilmunya. Berdasar kepada hadits :

Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816


Kalau begitu,

bolehkah kita iri pada rezeki uang orang lain yang lebih banyak? 
bolehkah iri pada orang yang sudah memiliki banyak anak, sedang kita masih belum dikaruniai? 
bolehkah kita iri pada orang yang memiliki rumah yang lebih megah?
bolehkah kita iri terhadap orang yang lebih rupawan?
bolehkah kita iri terhadap orang lain yg kehidupannya lebih berkecukupan?

Thursday, 26 June 2014

Untung Rugi Bisnis

Bismillahirrahminrrahim,

"eh, lo kenapa masih mau dagang sih? apa yang dikejar? suami ada, bisa mencukupi semuanya"
"ngapain bisnis, dagang malu-maluin aja"
"ah, gue ga bakat dagang..."

Hmm, pasti pernah denger selentingan-selentingan di atas kan?
keep move on, buat kamu yang sedang atau akan menjalani bisnis. Buat kamu nih, perempuan yang sehari-hari dirumah, bisnis lumayan penting man! *eh, woman* Untuk apa? untuk membangun kemandirian finansial kita. Bayangin klo suatu saat suami ga ada, atau kamu harus hidup sendiri dan struggle buat anak-anak kamu. Kemandirian finansial disini bukan hanya sekadar membiayai kebutuhan sehari-hari, tetapi lebih dari itu. Bagaimana kita bisa masuk surga dengan bisnis. Yup! bisnis bukan soal untung-rugi tapi soal surga-neraka.

"Pedagang muslim yang jujur lagi amanah akan dikumpulkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq (jujur) dan para syuhada kelak di hari kiamat"

(HR Ibnu Majah: 2139, al-Hakim: 2142; ash-Shahihah: 3453 Al-Albani).

Wih..wih, mantap banget kan gan? yuk belajar jadi  pedagang jujur yg bukan hanya mengejar keuntungan duniawi tapi juga surgawi. Bersedekah melalui bisnis juga utama.Mungkin selama ini kebutuhan kita dan anak-anak sudah terpenuhi oleh suami. Kenapa tidak kita manfaatkan bsinis untuk bersedekah? keluarga juga akan kecipratan pahalanya. Paling tidak, ketika Allah merikan keberkahan atas harta yg kita infakkan, rumah kita terasa surga, dan eksesnya hubungan suami-istri juga anak-anak akan berwarna indah.

Dalam bisnis kita juga bisa buanyak sekali belajar, dalam hal yg paling sederhana kita dituntut untuk me-manage pemasukan dan pengeluaran dengan baik. Belajar membangun jaringan, mengelola hubungan pertemanan. Juga kita dituntut untuk terus berkreasi agar bisnis kita bertahan. Buat saya, bisnis itu indah..hehe. Banyak pembelajaran yang kita dapat. Ga hanya senang-senang tapi juga ada duka yang harus kita lewati sebagai pembelajaran.

Bisnis juga soal mendekatkan diri pada Allah. Pernah dengar Elang Gumilang, ia memulai bisnisnya dengan meminjam ke bank konvensional yang tentunya ada praktik ribawi. Bunga yg harus dibayarkan tiap bulannya adalah 400juta. Bayangkan, bunganya doang lho ya! Kemudian ia tinggalkan, dan Allah menggantinya dengan proyek yg lebih baik lagi. Kedekatan dengan Allah adalah kunci bisnis yang utama, usahakan Allah selalu menjadi nomer satu di setiapurusan kita. Seorang pedagang dituntut untuk selalu bertawakal kepada Allah, karena hanya Alla-lah yg bisa menutup dan membuka "keran" rezeki seseorang. Tentunya dengan cara yg halal, bukan dengan menghalalkan segala cara. Jangan sampai kita masuk neraka juga karena bisnis, waiyyadzubillah.

"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi" (QS. al-Muthaffifin: 1-3)

Tuesday, 21 January 2014

Catatan Kuliah #Manajemen Menata Rumah dengan Konsep 5R

Seri Catatan Kuliah Bunda Cekatan Oleh Ibu Septi Peni W pada hari Rabu, 8 Januari 2014
Manajemen Menata Rumah dengan Konsep 5R

Sebelum memutuskan untuk menjadi bunda produktif, dalam hal apapun itu, seperti bekerja, berdagang, menulis, aktif dalam organisasi, dan lain sebagainya. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dan semestinya menjadi pijakan bunda. Pijakan tersebut adalah:
1. Memahami bagaimana pola mendidik anak yang benar
2. Memahami bagaimana menjadi bunda yang cekatan (biasanya mulai dari urusan rumah)

Kedua pilar tersebut harus  kuat terlebih dahulu agar tidak menuai protes dari anak-anak dan suami. Bukan sebaliknya, menjadi produktif dulu baru kemudian urusan rumah, anak-anak dan suami menyusul. Jika kedua pilar tersebut belum kuat dan kita (sebagai ibu) lompat menjadi bunda produktif dengan intensitas aktivitas tinggi maka kesibukan ibu tersebut akan menjadi excuse kekacauan rumah seperti rumah yang berantakan dan bahkan anak-anak yang tidak terawat.

Thursday, 9 January 2014

Pepes Tahu Bersejarah

Mari lanjutkan petualangan saya di Riyadh dalam hal masak-memasak. Dulu, pepes tahu ibu atau nenek saya selalu saya tunggu kehadirannya. Dan rasanya sungguh enak, bisa tambah berulang-ulang. Sayangnya mereka sudah tidak ada dan tidak bisa saya tanyakan resepnya karena ketika itupun sama sekali belum tertarik untuk turun ke dapur, apalagi memasak menu tradisional. Anak muda sekalinya ingin terjun ke dapur menu yang ada dalam bayangan mereka adalah menu-menu luar yang biasa tersedia di resto mahal. Mungkin menu tradisional terlalu bosan untuk dimakan. Tapi percaya deh, ketika pergi jauh merantau kamu akan merasakan rindu yang amat sangat pada masakan-masakan masa kecil dan remaja kita. Kemarin baru saja saya main kerumah tetangga atas apartemen saya, Mbak Fitri seorang istri chef di salah satu resto di Riyadh.

Wednesday, 1 January 2014

Resolusi 2014, tidak akan muluk!


Rasanya sayang sekali melewati hari ini, 1 Januari 2014 tanpa meninggalkan jejak di blog. Innalhamdalillah, atas semua keberkahan dan kebahagiaan serta ujian yang berlalu di tahun-tahun sebelumnya. Hari ini di awal hari baru berbeda angka tahun akan saya tuliskan cita-cita yang ingin dicapai di tahun ini khususnya dan di tahun-tahun berikut pada umumnya. Hampir lima tahun bertugas sebagai istri, ibu, juga sekaligus seorang anak memberi banyak evaluasi untuk diri ini. Betapa jauh dari kesempurnaan tugas berat yang telah dijalani. Tidak seperti sebuah kepengurusan yang menuntut LPJ di penghujung jabatan, tapi lebih dari itu. Mungkin LPJ nya ditangguhkan oleh Allah hingga saya berpulang ke dalam rahmat dan kasih sayang Allah. Panas dingin mengingat hari hisab itu, apa yang sudah saya lakukan terhadap keluarga, teman-teman, tetangga, semua dimintai pertanggungjawabannya.

Tuesday, 31 December 2013

Dua Musim Dingin

Walaupun aku lebih suka musim panas karena tidak perlu memamakai jaket dan yg dibutuhkan hanyalah AC ketika dirumah maupun di mobil, tetapi musim dingin memiliki arti tersendiri bagiku. Dan musim dingin akan selalu lekat dalam pikiranku. Awal musim itu aku dan anak-anak dijemput oleh pangeran berkendara burung besi *co cwiiit* dalam keadaan haru dan bahagia, akhirnya kami bisa berkumpul kembali. Setelah proses kelahiran anak kedua dan sidang skripsi tatkala tak ada suami disampingku, rasanya campur aduk semua jadi satu. Di satu sisi aku sangat butuh kehadiran suami untuk mensupport apa yg sedang aku alami. Di sisi lain aku juga harus menjadi seseorang yg tegar untuk kedua buah hatiku. Awal musim itu kami diperkenalkan dengan kota Riyadh, kota bersuhu ekstrem ini berada di tengah-tengah Saudi, kota yang dibangun diatas hamparan gurun yg luas dan disini juga banyak pekerja pendatang yang mencari nafkah seperti suamiku. 

Friday, 27 December 2013

Ummat Rasulullah Vs SONE

Remaja; Rasulullah Idolaku
Ummat Rasulullah Vs SONE

"Nay, kamu ngga makan?" tanya Nisa kepada Naya
"Engga Nis, aku lg puasa" jawab Naya "sedang mengumpulkan uang untuk menonton konser Girls' Generation nanti" sambung Naya menjelaskan lebih lanjut
Kening Nisa berkerut seraya bertanya "Girls' Generation, apa itu???"
"Iya, grup band dari korea itu nis, masa kamu ngga tau?" Naya menjelaskan dengan semangat "mereka tuh hebat-hebat banget deh nis, masih muda, cantik-cantik, dibayar mahal lagi kalau abis manggung" lanjut Naya masih dengan berapi-api
"Memang berapa harganya Nay?" tanya Nisa
"Kamu mau ikut nonton bareng aku nis? harganya macam-macam, mulai dari Rp 600.000 sampai Rp 2.500.000" jelas Naya.
"Kamu beli yang harga berapa Nay?" Nisa bertanya lebih lanjut.
"Serius kamu mau ikut nonton bareng aku Nis?" tanya Naya heran "hmmm..karena ayah ibuku tidak sanggup membelikan, jadi aku cuma mengumpulkan uang untuk harga tiket Rp 600.000" lanjut Naya menjeleskan, kali ini nada suaranya menurun. Terlihat ada sedikit kekecewaan di mata Naya karena ayah-ibu nya tidak sanggup untuk membelikan harga tiket yang lebih mahal dari itu. Bahkan ia harus mengumpulkan uang sendiri untuk membeli harga tiket yang paling murah.

Monday, 16 December 2013

Piring Barbie Gaura


Saat itu hujan lebat di luar, Gaura mencium bau cake yang harum dari dapur. “Hmmm.. pasti Ibu sedang memasak kue yang enak, harum sekali baunya” bisik hati Gaura. “Gaura, tolong Ibu untuk membawa kue-kue ini nak” Ibu berkata sambil memanggil Gaura menuju dapur. “Wah.. banyak sekali kuenya bu” Gaura keheranan melihat ibu membagi beberapa potong kue ke dalam banyak piring. Dari salah satu piring tersebut terdapat piring kesayangan Gaura, yaitu piring bergambar Barbie berwarna pink. “Mau diberikan ke siapa bu piring-piring ini?” Gaura mulai menyelidik. “Nanti, setelah hujan berhenti Gaura tolong ibu yah untuk mengantarkan piring-piring ini ke tetangga depan, samping kanan, samping kiri, dan belakang kita”. “Baik bu” Gaura segera mengiyakan tanpa banyak bertanya. Sebenarnya ada yang mengganjal dalam hati Gaura, piring kesayangannya tersebut akan diberikan kepada tetangga yang mana?

Thursday, 12 December 2013

Ibu Rumah Tangga Punya Cita2, bisakah?

Bangun pagi yang dipikirin udah masak apa ya hari ini? lanjut nyiapin kebutuhan suami berangkat ke kantor termasuk sarapan alakadarnya misal roti dan secangkir teh manis. Sekejap kemudian menyetrika pakaian yang baru diangkat dari jemuran. Kemudian anak-anak bangun, siap-siap supply kebutuhan anak-anak, menemani bermain sambil sesekali menyicil bahan untuk dimasak. Suami pulang kerja, rumah sudah kembali rapi dari mainan anak-anak dan barang-barang yang berhamburan di karpet, lantai, juga dari remah-remah makanan yang menempel dimana-mana. Lanjut nunggu cucian sambil bercengkerama dengan keluarga. Betul ga ibu-ibu rutinitas seperti ini yang terjadi setiap hari?. Keliatannya enak banget yah, "ritme"-nya dapet..tapi anyway tidak semua kegiatan berjalan mulus seperti diatas. Misal mood lagi ga enak, lagi berantem sama suami, lagi cemburu, punya masalah sama tetangga, anak-anak rewel, anak sakit, dan lain sebagainya. 


Wednesday, 4 December 2013

Shalatlah Dimana Kalian Berada

“Semua tempat di bumi ini adalah masjid (dapat digunakan untuk shalat atau bersujud) kecuali kamar mandi dan kuburan”. (HR. Abu Daud no. 492 dan At-Tirmizi no. 317, serta dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’: 1/320)  
... Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang sebelum kalian itu menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih dari mereka sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan itu sebagai masjid, karena sungguh aku melarang kalian dari hal itu.” (HR. Muslim no. 532)
 “Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorangpun dari Nabi-Nabi sebelumku: aku ditolong melawan musuhku dengan ketakutan mereka sepanjang sebulan perjalanan, bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud dan suci; maka dimana saja seorang laki-laki dari umatku mendapati waktu shalat hendaklah ia shalat…” (HR. Bukhari – Muslim)