Monday, 16 December 2013

Piring Barbie Gaura


Saat itu hujan lebat di luar, Gaura mencium bau cake yang harum dari dapur. “Hmmm.. pasti Ibu sedang memasak kue yang enak, harum sekali baunya” bisik hati Gaura. “Gaura, tolong Ibu untuk membawa kue-kue ini nak” Ibu berkata sambil memanggil Gaura menuju dapur. “Wah.. banyak sekali kuenya bu” Gaura keheranan melihat ibu membagi beberapa potong kue ke dalam banyak piring. Dari salah satu piring tersebut terdapat piring kesayangan Gaura, yaitu piring bergambar Barbie berwarna pink. “Mau diberikan ke siapa bu piring-piring ini?” Gaura mulai menyelidik. “Nanti, setelah hujan berhenti Gaura tolong ibu yah untuk mengantarkan piring-piring ini ke tetangga depan, samping kanan, samping kiri, dan belakang kita”. “Baik bu” Gaura segera mengiyakan tanpa banyak bertanya. Sebenarnya ada yang mengganjal dalam hati Gaura, piring kesayangannya tersebut akan diberikan kepada tetangga yang mana?

Thursday, 12 December 2013

Ibu Rumah Tangga Punya Cita2, bisakah?

Bangun pagi yang dipikirin udah masak apa ya hari ini? lanjut nyiapin kebutuhan suami berangkat ke kantor termasuk sarapan alakadarnya misal roti dan secangkir teh manis. Sekejap kemudian menyetrika pakaian yang baru diangkat dari jemuran. Kemudian anak-anak bangun, siap-siap supply kebutuhan anak-anak, menemani bermain sambil sesekali menyicil bahan untuk dimasak. Suami pulang kerja, rumah sudah kembali rapi dari mainan anak-anak dan barang-barang yang berhamburan di karpet, lantai, juga dari remah-remah makanan yang menempel dimana-mana. Lanjut nunggu cucian sambil bercengkerama dengan keluarga. Betul ga ibu-ibu rutinitas seperti ini yang terjadi setiap hari?. Keliatannya enak banget yah, "ritme"-nya dapet..tapi anyway tidak semua kegiatan berjalan mulus seperti diatas. Misal mood lagi ga enak, lagi berantem sama suami, lagi cemburu, punya masalah sama tetangga, anak-anak rewel, anak sakit, dan lain sebagainya. 


Wednesday, 4 December 2013

Shalatlah Dimana Kalian Berada

“Semua tempat di bumi ini adalah masjid (dapat digunakan untuk shalat atau bersujud) kecuali kamar mandi dan kuburan”. (HR. Abu Daud no. 492 dan At-Tirmizi no. 317, serta dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’: 1/320)  
... Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang sebelum kalian itu menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih dari mereka sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan itu sebagai masjid, karena sungguh aku melarang kalian dari hal itu.” (HR. Muslim no. 532)
 “Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorangpun dari Nabi-Nabi sebelumku: aku ditolong melawan musuhku dengan ketakutan mereka sepanjang sebulan perjalanan, bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud dan suci; maka dimana saja seorang laki-laki dari umatku mendapati waktu shalat hendaklah ia shalat…” (HR. Bukhari – Muslim)

Pempek Dos (Tanpa Ikan)

mpek-mpek siap dihidangkan
Berkali-kali bikin mpek-mpek, rasanya baru kali ini klik dengan resep dari mba diah didi klik disini. Dan kuah cukonya masih setia dengan resep dari mpek2 sweetheart tapi entah kenapa sekarang sudah tidak ada lagi di web. Hmmm.. sayang sekali ya, saya merasa beruntung sekali pernah menemukan resep itu. Trima kasih untuk yang sudah mau berbagi, semoga menjadi amal pahala, aamiin. Resepnya seperti ini dengan sedikit penyesuaian, karena niatnya buat "stock" jadi saya kadang melebihkan resep menjadi dua kali lipat. Hehe.

Monday, 2 December 2013

Negeri Seribu Satu Dongeng; Pekan Kondom Nasional

Beberapa sudut negeri ini memang terdengar seperti sebuah dongeng yang hanya berisi "katanya". Katanya negeri ini negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia?
Katanya negeri ini punya banyak pulau yang kaya?
Katanya negeri ini punya lembaga pemberantas korupsi yang bersih dan tidak memihak?
Sudut yang mudah terbaca dengan hati nurani, namun akan sulit sekali dicerna dengan berbagai macam pembenaran.

Mengapa banyak muslim tidak bangga dengan identitas keislamannya? Mereka yang berjanggut, celana cingkrang, berjilbab lebar dibilang fundamentalis. Lalu dimana negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Jilbab untuk polwan ditunda sampai keputusan berikutnya karena masalah anggaran, seolah polri hanya menjadi 'pemberi harapan palsu' bagi anggotanya yang ingin melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslimah. Menurut penuturan kapolri jilbab seragam memang murah untuk polwan, tetapi masalah baju akan memakan anggaran tersendiri.