Tuesday, 21 January 2014

Catatan Kuliah #Manajemen Menata Rumah dengan Konsep 5R

Seri Catatan Kuliah Bunda Cekatan Oleh Ibu Septi Peni W pada hari Rabu, 8 Januari 2014
Manajemen Menata Rumah dengan Konsep 5R

Sebelum memutuskan untuk menjadi bunda produktif, dalam hal apapun itu, seperti bekerja, berdagang, menulis, aktif dalam organisasi, dan lain sebagainya. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dan semestinya menjadi pijakan bunda. Pijakan tersebut adalah:
1. Memahami bagaimana pola mendidik anak yang benar
2. Memahami bagaimana menjadi bunda yang cekatan (biasanya mulai dari urusan rumah)

Kedua pilar tersebut harus  kuat terlebih dahulu agar tidak menuai protes dari anak-anak dan suami. Bukan sebaliknya, menjadi produktif dulu baru kemudian urusan rumah, anak-anak dan suami menyusul. Jika kedua pilar tersebut belum kuat dan kita (sebagai ibu) lompat menjadi bunda produktif dengan intensitas aktivitas tinggi maka kesibukan ibu tersebut akan menjadi excuse kekacauan rumah seperti rumah yang berantakan dan bahkan anak-anak yang tidak terawat.

Thursday, 9 January 2014

Pepes Tahu Bersejarah

Mari lanjutkan petualangan saya di Riyadh dalam hal masak-memasak. Dulu, pepes tahu ibu atau nenek saya selalu saya tunggu kehadirannya. Dan rasanya sungguh enak, bisa tambah berulang-ulang. Sayangnya mereka sudah tidak ada dan tidak bisa saya tanyakan resepnya karena ketika itupun sama sekali belum tertarik untuk turun ke dapur, apalagi memasak menu tradisional. Anak muda sekalinya ingin terjun ke dapur menu yang ada dalam bayangan mereka adalah menu-menu luar yang biasa tersedia di resto mahal. Mungkin menu tradisional terlalu bosan untuk dimakan. Tapi percaya deh, ketika pergi jauh merantau kamu akan merasakan rindu yang amat sangat pada masakan-masakan masa kecil dan remaja kita. Kemarin baru saja saya main kerumah tetangga atas apartemen saya, Mbak Fitri seorang istri chef di salah satu resto di Riyadh.

Wednesday, 1 January 2014

Resolusi 2014, tidak akan muluk!


Rasanya sayang sekali melewati hari ini, 1 Januari 2014 tanpa meninggalkan jejak di blog. Innalhamdalillah, atas semua keberkahan dan kebahagiaan serta ujian yang berlalu di tahun-tahun sebelumnya. Hari ini di awal hari baru berbeda angka tahun akan saya tuliskan cita-cita yang ingin dicapai di tahun ini khususnya dan di tahun-tahun berikut pada umumnya. Hampir lima tahun bertugas sebagai istri, ibu, juga sekaligus seorang anak memberi banyak evaluasi untuk diri ini. Betapa jauh dari kesempurnaan tugas berat yang telah dijalani. Tidak seperti sebuah kepengurusan yang menuntut LPJ di penghujung jabatan, tapi lebih dari itu. Mungkin LPJ nya ditangguhkan oleh Allah hingga saya berpulang ke dalam rahmat dan kasih sayang Allah. Panas dingin mengingat hari hisab itu, apa yang sudah saya lakukan terhadap keluarga, teman-teman, tetangga, semua dimintai pertanggungjawabannya.

Tuesday, 31 December 2013

Dua Musim Dingin

Walaupun aku lebih suka musim panas karena tidak perlu memamakai jaket dan yg dibutuhkan hanyalah AC ketika dirumah maupun di mobil, tetapi musim dingin memiliki arti tersendiri bagiku. Dan musim dingin akan selalu lekat dalam pikiranku. Awal musim itu aku dan anak-anak dijemput oleh pangeran berkendara burung besi *co cwiiit* dalam keadaan haru dan bahagia, akhirnya kami bisa berkumpul kembali. Setelah proses kelahiran anak kedua dan sidang skripsi tatkala tak ada suami disampingku, rasanya campur aduk semua jadi satu. Di satu sisi aku sangat butuh kehadiran suami untuk mensupport apa yg sedang aku alami. Di sisi lain aku juga harus menjadi seseorang yg tegar untuk kedua buah hatiku. Awal musim itu kami diperkenalkan dengan kota Riyadh, kota bersuhu ekstrem ini berada di tengah-tengah Saudi, kota yang dibangun diatas hamparan gurun yg luas dan disini juga banyak pekerja pendatang yang mencari nafkah seperti suamiku. 

Friday, 27 December 2013

Ummat Rasulullah Vs SONE

Remaja; Rasulullah Idolaku
Ummat Rasulullah Vs SONE

"Nay, kamu ngga makan?" tanya Nisa kepada Naya
"Engga Nis, aku lg puasa" jawab Naya "sedang mengumpulkan uang untuk menonton konser Girls' Generation nanti" sambung Naya menjelaskan lebih lanjut
Kening Nisa berkerut seraya bertanya "Girls' Generation, apa itu???"
"Iya, grup band dari korea itu nis, masa kamu ngga tau?" Naya menjelaskan dengan semangat "mereka tuh hebat-hebat banget deh nis, masih muda, cantik-cantik, dibayar mahal lagi kalau abis manggung" lanjut Naya masih dengan berapi-api
"Memang berapa harganya Nay?" tanya Nisa
"Kamu mau ikut nonton bareng aku nis? harganya macam-macam, mulai dari Rp 600.000 sampai Rp 2.500.000" jelas Naya.
"Kamu beli yang harga berapa Nay?" Nisa bertanya lebih lanjut.
"Serius kamu mau ikut nonton bareng aku Nis?" tanya Naya heran "hmmm..karena ayah ibuku tidak sanggup membelikan, jadi aku cuma mengumpulkan uang untuk harga tiket Rp 600.000" lanjut Naya menjeleskan, kali ini nada suaranya menurun. Terlihat ada sedikit kekecewaan di mata Naya karena ayah-ibu nya tidak sanggup untuk membelikan harga tiket yang lebih mahal dari itu. Bahkan ia harus mengumpulkan uang sendiri untuk membeli harga tiket yang paling murah.