Walaupun aku lebih suka musim panas karena tidak perlu memamakai jaket dan yg dibutuhkan hanyalah AC ketika dirumah maupun di mobil, tetapi musim dingin memiliki arti tersendiri bagiku. Dan musim dingin akan selalu lekat dalam pikiranku. Awal musim itu aku dan anak-anak dijemput oleh pangeran berkendara burung besi *co cwiiit* dalam keadaan haru dan bahagia, akhirnya kami bisa berkumpul kembali. Setelah proses kelahiran anak kedua dan sidang skripsi tatkala tak ada suami disampingku, rasanya campur aduk semua jadi satu. Di satu sisi aku sangat butuh kehadiran suami untuk mensupport apa yg sedang aku alami. Di sisi lain aku juga harus menjadi seseorang yg tegar untuk kedua buah hatiku. Awal musim itu kami diperkenalkan dengan kota Riyadh, kota bersuhu ekstrem ini berada di tengah-tengah Saudi, kota yang dibangun diatas hamparan gurun yg luas dan disini juga banyak pekerja pendatang yang mencari nafkah seperti suamiku.
Tuesday, 31 December 2013
Dua Musim Dingin
Label:
oleh-oleh Riyadh

Friday, 27 December 2013
Ummat Rasulullah Vs SONE
Remaja; Rasulullah Idolaku
Ummat Rasulullah Vs SONE
"Nay, kamu ngga makan?"
tanya Nisa kepada Naya
"Engga Nis, aku lg puasa"
jawab Naya "sedang mengumpulkan uang untuk menonton konser Girls' Generation nanti" sambung
Naya menjelaskan lebih lanjut
Kening Nisa berkerut seraya
bertanya "Girls' Generation, apa
itu???"
"Iya, grup
band dari korea itu nis, masa kamu ngga tau?" Naya menjelaskan dengan
semangat "mereka tuh hebat-hebat banget deh nis, masih muda,
cantik-cantik, dibayar mahal lagi kalau abis manggung" lanjut Naya masih
dengan berapi-api
"Memang berapa harganya
Nay?" tanya Nisa
"Kamu mau ikut nonton bareng
aku nis? harganya macam-macam, mulai dari Rp 600.000 sampai Rp 2.500.000"
jelas Naya.
"Kamu beli yang harga berapa
Nay?" Nisa bertanya lebih lanjut.
"Serius kamu mau ikut nonton
bareng aku Nis?" tanya Naya heran "hmmm..karena ayah ibuku tidak
sanggup membelikan, jadi aku cuma mengumpulkan uang untuk harga tiket Rp
600.000" lanjut Naya menjeleskan, kali ini nada suaranya menurun. Terlihat
ada sedikit kekecewaan di mata Naya karena ayah-ibu nya tidak sanggup untuk
membelikan harga tiket yang lebih mahal dari itu. Bahkan ia harus mengumpulkan
uang sendiri untuk membeli harga tiket yang paling murah.
Label:
corat-coret

Monday, 16 December 2013
Piring Barbie Gaura
Saat itu hujan lebat di luar, Gaura mencium bau cake yang
harum dari dapur. “Hmmm.. pasti Ibu sedang memasak kue yang enak, harum sekali
baunya” bisik hati Gaura. “Gaura, tolong Ibu untuk membawa kue-kue ini nak” Ibu
berkata sambil memanggil Gaura menuju dapur. “Wah.. banyak sekali kuenya bu”
Gaura keheranan melihat ibu membagi beberapa potong kue ke dalam banyak piring.
Dari salah satu piring tersebut terdapat piring kesayangan Gaura, yaitu piring
bergambar Barbie berwarna pink. “Mau diberikan ke siapa bu piring-piring ini?”
Gaura mulai menyelidik. “Nanti, setelah hujan berhenti Gaura tolong ibu yah
untuk mengantarkan piring-piring ini ke tetangga depan, samping kanan, samping
kiri, dan belakang kita”. “Baik bu” Gaura segera mengiyakan tanpa banyak
bertanya. Sebenarnya ada yang mengganjal dalam hati Gaura, piring kesayangannya
tersebut akan diberikan kepada tetangga yang mana?
Label:
cernak

Thursday, 12 December 2013
Ibu Rumah Tangga Punya Cita2, bisakah?
Bangun pagi yang dipikirin udah masak apa ya hari ini? lanjut nyiapin kebutuhan suami berangkat ke kantor termasuk sarapan alakadarnya misal roti dan secangkir teh manis. Sekejap kemudian menyetrika pakaian yang baru diangkat dari jemuran. Kemudian anak-anak bangun, siap-siap supply kebutuhan anak-anak, menemani bermain sambil sesekali menyicil bahan untuk dimasak. Suami pulang kerja
, rumah sudah kembali rapi dari mainan anak-anak dan barang-barang yang berhamburan di karpet, lantai, juga dari remah-remah makanan yang menempel dimana-mana. Lanjut nunggu cucian sambil bercengkerama dengan keluarga. Betul ga ibu-ibu rutinitas seperti ini yang terjadi setiap hari?. Keliatannya enak banget yah, "ritme"-nya dapet..tapi anyway tidak semua kegiatan berjalan mulus seperti diatas. Misal mood lagi ga enak, lagi berantem sama suami, lagi cemburu, punya masalah sama tetangga, anak-anak rewel, anak sakit, dan lain sebagainya.

Label:
corat-coret

Wednesday, 4 December 2013
Shalatlah Dimana Kalian Berada
“Semua tempat di bumi ini adalah masjid (dapat digunakan untuk shalat atau bersujud) kecuali kamar mandi dan kuburan”. (HR. Abu Daud no. 492 dan At-Tirmizi no. 317, serta dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’: 1/320)
... Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang sebelum kalian itu menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih dari mereka sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan itu sebagai masjid, karena sungguh aku melarang kalian dari hal itu.” (HR. Muslim no. 532)
“Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan kepada seorangpun dari Nabi-Nabi sebelumku: aku ditolong melawan musuhku dengan ketakutan mereka sepanjang sebulan perjalanan, bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud dan suci; maka dimana saja seorang laki-laki dari umatku mendapati waktu shalat hendaklah ia shalat…” (HR. Bukhari – Muslim)
Label:
oleh-oleh Riyadh

Pempek Dos (Tanpa Ikan)
![]() |
mpek-mpek siap dihidangkan |
Label:
kumpulan resep

Monday, 2 December 2013
Negeri Seribu Satu Dongeng; Pekan Kondom Nasional
Beberapa sudut negeri ini memang terdengar seperti sebuah dongeng yang hanya berisi "katanya". Katanya negeri ini negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia?
Katanya negeri ini punya banyak pulau yang kaya?
Katanya negeri ini punya lembaga pemberantas korupsi yang bersih dan tidak memihak?
Sudut yang mudah terbaca dengan hati nurani, namun akan sulit sekali dicerna dengan berbagai macam pembenaran.
Mengapa banyak muslim tidak bangga dengan identitas keislamannya? Mereka yang berjanggut, celana cingkrang, berjilbab lebar dibilang fundamentalis. Lalu dimana negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Jilbab untuk polwan ditunda sampai keputusan berikutnya karena masalah anggaran, seolah polri hanya menjadi 'pemberi harapan palsu' bagi anggotanya yang ingin melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslimah. Menurut penuturan kapolri jilbab seragam memang murah untuk polwan, tetapi masalah baju akan memakan anggaran tersendiri.
Katanya negeri ini punya banyak pulau yang kaya?
Katanya negeri ini punya lembaga pemberantas korupsi yang bersih dan tidak memihak?
Sudut yang mudah terbaca dengan hati nurani, namun akan sulit sekali dicerna dengan berbagai macam pembenaran.
Mengapa banyak muslim tidak bangga dengan identitas keislamannya? Mereka yang berjanggut, celana cingkrang, berjilbab lebar dibilang fundamentalis. Lalu dimana negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Jilbab untuk polwan ditunda sampai keputusan berikutnya karena masalah anggaran, seolah polri hanya menjadi 'pemberi harapan palsu' bagi anggotanya yang ingin melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslimah. Menurut penuturan kapolri jilbab seragam memang murah untuk polwan, tetapi masalah baju akan memakan anggaran tersendiri.
Label:
corat-coret

Subscribe to:
Posts (Atom)